Rolles Herwin
  • Home
  • Startup
    • Idea Projects
  • My Blog
    • My Blog
  • Office Life
    • Office Life
  • Campus
    • Case Study
    • Research

Rolles Herwin Sihombing (c) 2019

Leadership Knowledge at IBM during Turnaround Time

My Blog Oct 07, 2013

Framework Penerapan Leadership Pada Knowledge Management Di IBM

IBM memiliki sejarah yang panjang dalam  perkembangan bisnis ICT (Information and Communication Technolgy). Mulai dari perusahaan yang bergerak di bidang penjualan perangkat lunak, sampai menjadi perusahaan yang terdepan dalam  inovasi teknologi informasi yang memberikan nilai berupa Solution, Services dan Product.

Bermula dari diluncurkannya Work ethic slogan “THINK” di tahun 1924 yang mendorong terjadinya inovasi, beberapa point dibawah ini menjadi long term value di IBM:

  • Inovasi
  • Customer Oriented à Dedicated to every client’s success
  • Trust and Personal Responsibility

Core Activity yang menjadi proses yang essensial bagi perusahaan di IBM adalah:

  • Proses penyediaan solusi bagi setiap client
  • Proses penciptaan inovasi

Strategic knowledge yang dimiliki IBM yang memberikan kontribusi bagi proses yang esensial bagi perusahaan  adalah:

  • Product Knowledge
  • Solution Knowledge
  • Management Knowledge

Yang memampukan perusahaan untuk memiliki High Performance dalam  selama ini adalah kemampuannya untuk berinovasi dan  menyediakan solusi bagi setiap client

Tantangan Membangun Leadership Di IBM

IBM yang telah berdiri sejak tahun 1911 memiliki masa yang kepemimpinan yang berbeda-beda. Salah  satu  masa yang menjadi highlight adalah periode tahun 1993 dimana Lou Gerstner menjadi CEO dan berhasil membawa IBM dari kondisi yang mengalami kerugian menjadi perusahaan yang terus menanjak secara pendapatan. Dengan sejarah panjang kesuksesan membuat IBM saat itu memiliki “success syndrome” yaitu satu kondisi dimana budaya perusahaan di sana memiliki kecenderungan untuk terus mengulangi kebiasaan – kebiasaan yang mereka lakukan meskipun lingkungan telah berubah dan kebiasaan – kebiasaan yang mereka lakukan sudah tidak relevan lagi. Yang menjadi tantangan dalam membangun leadership di IBM pada masa tersebut adalah:

  • Mengubah paradigma karyawan yang merasakan budaya IBM saat itu sebagai perusahaan yang tidak mungkin memecat karyawan dan “success syndrome” yang mereka alami
  • Birokrasi di IBM yang sudah berlangsung sekian lama sebagai “hasil” dari pertumbuhan perusahaan.
  • Kebiasaan pimpinan – pimpinan di IBM yang seringkali menghamburkan uang dalam berbagai kegiatan proses bisnis

Lou pun membuat langkah-langkah tegas dan kongkrit menghadapi tantangan dan membawa Big Blue kembali ke masa kejayaannya, langkah-langkah tersebut antara lain :

  • Memberhentikan karyawan yang tidak produktif, mematahkan paradigma budaya IBM “tidak mungkin memecat karyawan”.
  • Mengubah struktur organisasi IBM, dimana dengan adanya restrukturisasi ini birokrasi yang membudaya ikut berubah serta mengurangi biaya akibat proses bisnis yang tidak efektif.

Strategi Membangun Leadership Di IBM

Beberapa langkah yang menjadi strategy dalam membangun leadership di IBM adalah:

  • Dalam berbagai kesempatan berusaha memberikan impresi bahwa CEO sebagai pemimpin, “berpihak” kepada customer, hal ini untuk mengarahkan budaya memberikan solusi kepada customer lewat slogan “THINK”
  • Semua karyawan (pada saat itu khususnya bagian sales) diwajibkan untuk mengenal bisnis dari client, sehingga penjualan bukan hanya penjualan biasa saja tetapi memberikan solusi kepada client
  • Membangun relasi dengan customer
  • Dengan slogan “Going to Market as one IBM” mengitegrasikan dan menciptakan solusi
  • Company culture diarahkan untuk berfokus pada performance
  • Culture menjadi sesuai yang diutamakan karena culture melekat dengan sangan kuat dalam segala hal yang berlangsung di perusahaan.

Sebagai pemimpin, Lou Gerstner tau bahwa kepemimpinan yang membawa perubahan culture bersifat jangka panjang itu sebabnya perubahan culture tersebut tidak bisa sekedar dibuat mandate atau diorkestrasi begitu saja, yang bisa dilakukan adalah dengan membangan kondisi untuk mendorong transformasi, dan menyediakan insentif.

Referensi :

  1. IBM Turnaround case study (hardvard business school case study)
  2. Lasting Leadership “Making elephant dance”
  • ibm
  • knowledge
  • leadership
  • leadership knowledge
Newer Older

Leave A Comment

Recent Posts

  • Jalanmu masih panjang
  • Ketika Kucing dan Tikus lari bersama
  • People Come and Go
  • Sabtu Pagi
  • We suffer more often in imagination than in reality

Recent Comments

    Archives

    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • March 2025
    • December 2022
    • August 2022
    • July 2022
    • June 2022
    • February 2022
    • January 2022
    • August 2021
    • February 2021
    • October 2020
    • December 2019
    • November 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • October 2018
    • April 2018
    • March 2018
    • January 2018
    • September 2017
    • July 2017
    • May 2017
    • March 2017
    • January 2017
    • December 2016
    • October 2016
    • September 2016
    • August 2016
    • July 2016
    • November 2015
    • October 2015
    • September 2015
    • August 2015
    • June 2015
    • May 2015
    • February 2015
    • January 2015
    • December 2014
    • May 2014
    • April 2014
    • March 2014
    • January 2014
    • December 2013
    • November 2013
    • October 2013

    Categories

    • Blog Project
    • Case Study
    • Idea Projects
    • Knowledge Management
    • Loyalty Project
    • My Blog
    • Office Life
    • Research

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org