Rolles Herwin
  • Home
  • Startup
    • Idea Projects
  • My Blog
    • My Blog
  • Office Life
    • Office Life
  • Campus
    • Case Study
    • Research

Rolles Herwin Sihombing (c) 2019

Pencitraan “Merakyat” yang sudah salah kaprah.

My Blog May 10, 2014

Politik Pencitraan mulai merebak sejak awal tahun 2014, dimulai dengan kandidat DPR/DPRD yang berusaha menunjukkan diri ke masyarakat melalui berbagai cara. Ada yang melakukan bazar malam murah, kegiatan kerohanian, sumbangan anak yatim, memberikan bantuan sembako, ikut membersihkan got/saluran air, ikut menggunakan kendaraan umum (kereta api, busway, dll) dan bahkan ada yang rela naik gerobak sampah hanya untuk mendapatkan simpati masyarakat. Tidak terkecuali, beberapa selebritis pun mulai unjuk gigi bahwa mereka tidak hanya jago didepan kamera, tetapi bisa berbaur dengan masyarakat, walaupun terlihat malu-malu (atau memang merasa malu).

Segala daya dan upaya di keluarkan agar mereka berhasil mendapatkan “Golden Ticket” melenggang ke gedung dewan yang terhormat. Lantas, apakah itu yang di inginkan masyarakat? mungkin beberapa dari mereka yang berhasil menjadi anggota legislatif merasa bahwa mereka hanya beruntung saja, bukan karena suksesnya pencitraan tadi, bagaimana mungkin waktu yang sedemikian sempit bisa meyakinkan masyarakat kalau mereka “akan bekerja membela kepentingan masyarakat luas”.

 

1. POLITISI YANG MERAKYAT

Politisi yang merakyat, tidak hanya turun menemui rakyat dikala pemilu saja, tetapi memang merasa menjadi bagian dari masyarakat, contoh sederhananya, silahkan kalian lihat caleg-caleg disekitar anda, bagaimana keseharian mereka? berbaurkah mereka? benarkah mereka terjun ke masyarakat atau hanya memberi amplop tanda absen saja? kata merakyat disini bukan perkara terjun ke masyarakat dikala ada maunya, tetapi menjadi bagian dari aktivitas masyarakat seutuhnya. Aktivitas yang positif,  aktivitas yang membangun dan aktivitas keseharian tanpa unsur pencitraan tadi.

 

2. JANGAN HANYA MENJADI PENDENGAR.

Banyak politikus/birokrat yang terkadang turun ke lapangan dan menemui masyarakat dengan alasan “mendengarkan kesah keluh masyarakat”, “mendengarkan suara rakyat”, “menampung aspirasi rakyat”… lalu suara-suara tadi untuk apa bila tidak dieksekusi? sebagian besar elit politik yang sudah mendapatkan kursi empuk, hanya menjadi “Pendengar” masyarakat, semua suara masyarakat ditampung dan lucunya mereka tidak tahu bagaimana mengeksekusi suara tadi, harus dimulai dari mana, plannya bagaimana dan gambaran suara-suara masyarakat tadi akan berwujud apa? entahlah, rasanya bila elit politik turun ke lapangan hanya terkesan untuk formalitas dan menjaga KPI birokrasi saja.

3. APA ADANYA

Sebagian masyarakat indonesia, masih hidup dibawah garis sejahtera (miskin). lantas, apakah untuk menarik simpati masyarakat, kandidat elit politik harus menjadi miskin? atau berpura-pura miskin?  bagaimana anda membantu yang miskin bila anda saja miskin?. Mungkin tujuannya agar terlihat sederhana, tetapi terkadang sampai lupa untuk menjadi diri sendiri dan malah terlihat “lebay”.

Masyarakat juga sudah tahu bila anda memiliki pesawat pribadi, mobil pribadi, fasilitas pribadi. yah silahkan digunakan, kami sebagai masyarakat tidak akan iri dan tidak akan meminta anda untuk menjadi gembel agar mendapatkan simpati rakyat, asalkan fasilitas tadi bukan dari hasil korupsi uang negara, iya kan? memang empati itu harus diperlihatkan, harus dipraktekkan, contohnya ketika ada capres blusukan menggunakan mobilnya, lalu sesampainya ditujuan dia turun dan menemui warga, itu sudah contoh empati, setara dgn warga berjalan kaki, bukan hanya “dadah dadah” dari dalam mobil.

Dan terkadang, pencitraan yang salah malah terkesan “membodohi masyarakat”, mari kita lihat pemilu di amerika dan dibeberapa negara lainnya? apa yang mereka tonjolkan? visinya dan bagaimana menggapai visi itu, bagaimana mewujudkannya, bukan hanya sibuk menyetarakan diri dibawah dengan alih-alih “merakyat”.

 

About ROLLES HERWIN – Business Development | Startup Development | Loyalty Program

The life of a project, from conception to execution, is a passion of mine. From a simple Tweet to an entire undertaking of a new department, I enjoy it all.

I am passionate about product development, startup development, creating product from concept and teaching.

I can be reached at hello@rollesherwin.com or 0813.30.632.632 .

credit (photo) : goddessarasvati.blogspot.com

  • capres
  • cawapres
  • coblos
  • DPR
  • DPRD
  • KPU
  • legislatif
  • pemilu
  • pemilu 2014
  • pencitraan
  • pileg
  • pilpres
  • rolles herwin
Newer Older

Leave A Comment

Recent Posts

  • Jalanmu masih panjang
  • Ketika Kucing dan Tikus lari bersama
  • People Come and Go
  • Sabtu Pagi
  • We suffer more often in imagination than in reality

Recent Comments

    Archives

    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • March 2025
    • December 2022
    • August 2022
    • July 2022
    • June 2022
    • February 2022
    • January 2022
    • August 2021
    • February 2021
    • October 2020
    • December 2019
    • November 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • October 2018
    • April 2018
    • March 2018
    • January 2018
    • September 2017
    • July 2017
    • May 2017
    • March 2017
    • January 2017
    • December 2016
    • October 2016
    • September 2016
    • August 2016
    • July 2016
    • November 2015
    • October 2015
    • September 2015
    • August 2015
    • June 2015
    • May 2015
    • February 2015
    • January 2015
    • December 2014
    • May 2014
    • April 2014
    • March 2014
    • January 2014
    • December 2013
    • November 2013
    • October 2013

    Categories

    • Blog Project
    • Case Study
    • Idea Projects
    • Knowledge Management
    • Loyalty Project
    • My Blog
    • Office Life
    • Research

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org