Rolles Herwin
  • Home
  • Startup
    • Idea Projects
  • My Blog
    • My Blog
  • Office Life
    • Office Life
  • Campus
    • Case Study
    • Research

Rolles Herwin Sihombing (c) 2019

Mundur, Jangan Terlalu Dekat!

My Blog Jan 30, 2017

Suatu malam, saya mampir disalah satu minimarket untuk mencari keripik kentang (potato chips), dan ketika sampai di lorong yang berisi aneka snack ringan, saya kesulitan untuk mencari potato chips yang saya maksud, memang dilorong itu tersedia beraneka jenis potato chips dari berbagai merek, namun saya belum berhasil menemukan merek yang saya cari.

Apa yang membuatnya menjadi demikian sulit? ternyata lorong itu begitu sempit, hanya cukup untuk lewat satu orang, sampai-sampai saya harus mencoba cara mundur dan menyerong agar memiliki sudut pandang yang lebih luas hanya demi mengintip merek demi merek mulai dari rak paling atas menuju rak paling bawah. Walaupun sulit, akhirnya saya menemukan merek yang saya cari, butuh effort dan saya hampir saja menumpahkan sebagian isi rak tersebut karena sedemikian sempit.

Hmm, contoh kecil diatas mirip dengan banyak keadaan real dikehidupan kita, merek snack yang terpajang di rak tadi ibarat rutinitas  pekerjaan kita sehari-hari yang seakan membelit, ketika ada permasalahan, kita pun sulit untuk melihatnya secara jelas, karena “jarak” kita terlalu dekat (sempitnya lorong), atau dengan kata lain kita kurang memiliki jarak/jeda/kesempatan untuk mempertimbangkannya dengan lebih jernih. Dan terkadang karena tidak sabar dan merasa tidak menemukan merek (solusi lain) yang kita cari, jadilah kita membeli merek lain (solusi sementara/pelarian) yang sebenarnya kita tidak suka, sudah tidak suka, harus bayar pula. Skor sementara 2:0

Jadi, mundurlah barang satu dua langkah dengan keluar dari rutinitas, ambil waktu untuk berpikir dengan jernih, mintalah saran dari orang-orang yang menurut kalian akan menuntun ke arah yang baik, dan dari situlah akan muncul solusi-solusi yang akan mampu mengatasi masalah yang ada dan mengembalikan potensi kita ke titik maksimal.

Masalah tidak datang untuk menghancurkan kita, namun untuk menguji dan membawa kita naik ke level selanjutnya. Bila kita lulus, masalah seperti diatas akan sangat mudah diatasi bila muncul kembali, namun jika masih terasa berat, mungkin kita belum lulus, mungkin kita perlu mundur sedikit untuk melihatnya dengan jernih dan mungkin kita harus melaluinya agar mendapatkan senjata (armor didalam dunia game) untuk menghadapi masalah (adventure) berikutnya.

 

Jadi mungkin lagu tante Syahrini sudah benar “mundur cantik, mundur cantik…mundur cantik“.

I Love Monday, Good Night.

 

 

 

 

 

 

Picture Credit : lifehacker.co.in

  • blog
  • potato chips
  • rolles herwin
Newer Older

Leave A Comment

Recent Posts

  • Jalanmu masih panjang
  • Ketika Kucing dan Tikus lari bersama
  • People Come and Go
  • Sabtu Pagi
  • We suffer more often in imagination than in reality

Recent Comments

    Archives

    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • March 2025
    • December 2022
    • August 2022
    • July 2022
    • June 2022
    • February 2022
    • January 2022
    • August 2021
    • February 2021
    • October 2020
    • December 2019
    • November 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • October 2018
    • April 2018
    • March 2018
    • January 2018
    • September 2017
    • July 2017
    • May 2017
    • March 2017
    • January 2017
    • December 2016
    • October 2016
    • September 2016
    • August 2016
    • July 2016
    • November 2015
    • October 2015
    • September 2015
    • August 2015
    • June 2015
    • May 2015
    • February 2015
    • January 2015
    • December 2014
    • May 2014
    • April 2014
    • March 2014
    • January 2014
    • December 2013
    • November 2013
    • October 2013

    Categories

    • Blog Project
    • Case Study
    • Idea Projects
    • Knowledge Management
    • Loyalty Project
    • My Blog
    • Office Life
    • Research

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org