Rolles Herwin
  • Home
  • Startup
    • Idea Projects
  • My Blog
    • My Blog
  • Office Life
    • Office Life
  • Campus
    • Case Study
    • Research

Rolles Herwin Sihombing (c) 2019

Darimana saya mendapatkan ide untuk Startup?

My Blog Mar 12, 2017
webhomes.com

Walaupun malam sudah hampir berganti pagi, namun mata ini masih segar, ibarat toko belum mencapai target jadi pantang tutup. Akhirnya saya iseng keluyuran di depan komplek, mencari segelas kopi hangat sambil mendengarkan obrolan tukang ojek online yang masih setia menunggu panggilan pelanggannya, saya rasa mereka sedang membahas kasus “ojek online vs supir angkot”, ternyata tidak, mereka sedang membahas betapa jeniusnya ide ojek online ini, kata seorang tukang ojek, “kira-kira go-jek ini ditemukan dimana ya?”, hahaha, emangnya planet ditemukan hehehe.

Cukup sampai disini, obrolan satu jam terlalu panjang buat diposting disini…

Darimana saya mendapatkan ide untuk startup? dari problem!. Begitulah kata mentor saya dulu (sebut saja Mawar),  namun tampaknya jawaban seperti itu kurang memuaskan rasa penasaran audience, mengapa? karena mereka sedang dalam problem “tidak bisa melihat problem“, kebanyakan calon-calon founder startup selalu bermimpi untuk memulai semuanya dari “ide brilian” mereka,  sampai disini sudah paham?

Jadi ide “problemnya” dapat dari mana dong??

 

KENALI DIRIMU

Alangkah lucunya ketika kita bermimpi untuk memberikan solusi kepada orang lain, sementara kita tidak mengenali masalahnya. memahami diri kita adalah mengenal kekuatan kita, tahu apa tujuan kita, bagaimana cara mendapatkan yang kita butuhkan dan selalu memiliki stok “semangat” yang tidak pernah habis.

 

DENGARKAN KELUHAN MEREKA, PAHAMI dan TAWARKAN SOLUSINYA

Sebuah aplikasi yang sudah bagus pun masih memiliki kemungkinan ditenggelamkan oleh new competitor, kita flashback sejenak melihat kejayaan Friendster, sebuah jejaring sosial yang trend dijamannya, namun tenggelam sejak kehadiran facebook. mengapa?  memahami orang lain adalah dengan menempatkan diri kita pada posisi orang tersebut. Seandainya saya diposisi mereka, apa yang akan saya lakukan? apa yang saya butuhkan? fitur apa yang saya inginkan?

 

JANGAN MENUNDA

Alkisah jaman dahulu terjadi sengketa antara Christopher Colombus dan Kepala Suku Indian, mereka saling klaim bahwa merekalah penemu benua Amerika, akhirnya sampailah mereka ke mahkamah internasional, kemudian sang hakim berkata “siapa yang bisa membuat telur ini berdiri, dialah penemu benua Amerika”. sang kepala suku indian mendapatkan kehormatan pertama, dia mencoba segala upaya bahkan sampai mengeluarkan asap khas indian, namun telur itu tetap tidak bisa berdiri tegak, sambil tertunduk lesu dia berkata “christopher, giliran lu bro”. dengan sedikit kelihaiannya, christopher colombus meremukkan sedikit bagian ujung telur dengan menekannya agak keras pada permukaan yang datar sehingga telur itu bisa berdiri seperti yang diharapkan sang hakim, tiba-tiba kepada suku indian itu berkata “saya juga bisa kalau cuma gitu doang”, namun sang hakim tetap pada pendiriannya, Christopher lah penemu benua Amerika. Kisah dongeng diatas mirip dengan cerita keseharian kita, diluar sana ada jutaan orang yang memiliki solusi (ide) yang sama untuk problem yang sama, tergantung siapa yang paling cepat melakukannya.

 

JANGAN TERJEBAK PADA SESUATU YANG USANG.

Dunia bergerak dengan dinamis, sangat dinamis malah. Tidak ada yang tak berubah, semua mengalami perubahan, begitu pula dengan keadaan di market. Dalam industri masa kini, pasti ada pemain besar yang pernah sukses dijamannya dan mungkin masih yang terbesar sampai saat ini, walaupun perlahan mulai ditinggalkan oleh usernya. coba pelajari kembali, startup–startup yang pernah hadir, pernah dikenal dan kemudian menghilang. Coba analisa dan lakukan improvement signifikan yang bisa melahirkan kembali (reborn) startup tersebut, menjadi lebih fresh, berwarna dan diminati banyak orang dan jangan lupa mengubah namanya, karena pelanggan selalu memesan pizza hangat walaupun resepnya sama dengan pizza dingin yang dibuat kemari sore.

 

FOKUS PADA KEBUTUHAN YANG NYATA

Seorang pencari kerja sebenarnya tidak membutuhkan website yang memposting pekerjaan/job, dia hanya ingin dipekerjakan secepat mungkin, bukan diperlihatkan betapa banyaknya lowongan pekerjaan di website tersebut. Bila anda bisa mengatasi masalah ini, maka semua situs lowongan kerja akan tutup karena tidak ada lagi yang mau menjadi penggunanya. Semua akan berpindah pada solusi yang anda tawarkan, anda berminat merekrut mereka menjadi user anda?? bila YA, mulailah memikirkan solusinya.

 

HARUS BANYAK PENGGUNANYA

Anda jomblo? itu masalah anda, coba tanyakan orang yang sudah berkeluarga atau yang sudah memiliki pasangan, apakah jomblo jadi masalah mereka? begitulah ketika kita melihat problem, haruslah menjadi problem banyak orang, why? agar solusi yang kita tawarkan banyak penggunanya dan akhirnya memberikan dampak yang besar. Bila anda berhutang IDR 100 Juta ke sebuah Bank dan tidak sanggup melunasinya, maka itu akan jadi masalah anda, namun bila hutang anda IDR 1 Triliun, maka itu akan jadi masalah bersama (bank dan anda).

 

BUATLAH SEDERHANA

Teknologi itu untuk mempermudah hidup manusia, demikian halnya solusi dari sebuah problem, harus membantu kita dalam banyak hal, semakin dipermudah dan dibuat nyaman. Hanya untuk register saja sudah susah, anda yakin orang masih akan berminat pada solusi anda? tunggu saja sampai ada yang menirunya dan membuat registrasinya menjadi sederhana, semua potensi yang sudah didepan mata tersebut, akan lenyap seketika.

 

ANDA TIDAK SENDIRIAN

Yakin startup anda tidak sama dengan orang lain? oke lah dalam aplikasi dan game–play nya original, tapi solusinya apakah tidak mirip dengan startup lain? hanya persoalan waktu saja sampai mereka yakin untuk menambahkan fitur serupa dan “buuummm”, anda cuma kebagian serpihan ledakannya. Kenali dimana anda sedang bertempur, siapa lawan anda dan seperti apa peta kekuatan mereka, tapi ingat jangan fokus pada kekuatan lawan, fokuslah pada startup yang sedang anda buat. Saya hanya berkata “kenali lawan” bukan “mengamati lawan” apalagi “sibuk memikirkan lawan” atau “baper terhadap lawan”.

 

Ayam sudah berkokok walaupun belum sampai dua kali seperti didalam Kitab Suci, matahari akan segera terbit dari ufuk timur,  dan kasur sudah menunggu, semoga kalian mendapatkan ide dalam melihat problem, ubahlah diri kalian maka dunia akan ikut berubah. Selamat Tidur.

  • business model
  • facebook
  • friendster
  • ide
  • ideation
  • problem
  • rollesherwin
  • startup
Newer Older

Leave A Comment

Recent Posts

  • Jalanmu masih panjang
  • Ketika Kucing dan Tikus lari bersama
  • People Come and Go
  • Sabtu Pagi
  • We suffer more often in imagination than in reality

Recent Comments

    Archives

    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • March 2025
    • December 2022
    • August 2022
    • July 2022
    • June 2022
    • February 2022
    • January 2022
    • August 2021
    • February 2021
    • October 2020
    • December 2019
    • November 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • October 2018
    • April 2018
    • March 2018
    • January 2018
    • September 2017
    • July 2017
    • May 2017
    • March 2017
    • January 2017
    • December 2016
    • October 2016
    • September 2016
    • August 2016
    • July 2016
    • November 2015
    • October 2015
    • September 2015
    • August 2015
    • June 2015
    • May 2015
    • February 2015
    • January 2015
    • December 2014
    • May 2014
    • April 2014
    • March 2014
    • January 2014
    • December 2013
    • November 2013
    • October 2013

    Categories

    • Blog Project
    • Case Study
    • Idea Projects
    • Knowledge Management
    • Loyalty Project
    • My Blog
    • Office Life
    • Research

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org