Sabtu Pagi
My Blog Aug 23, 2025

Ada sesuatu yang berbeda dari sabtu pagi, ketika menghirup udara terasa lebih ramah, jalanan kota mengintip seolah malu karena sedang sepi pengguna, bahkan secangkir kopi pun seakan punya rasa berbeda, padahal sama aja americano. Entah kenapa, kalau sabtu itu ritme nya pelan tapi dalam.
Kalau sabtu itu, rasanya suara burung terdengar lebih jelas, sinar matahari hangat menyapa, hari ini tidak ada target, tidak ada jadwal rapat, gak harus buru-buru mandi. Sabtu pagi seolah memberi izin untuk bernapas lebih panjang, tidak ada tatapan sinis ke jam dinding yang mengingatkan kita untuk segera bergegas. Sabtu pagi itu seperti hadiah kecil, ada ruang kosong yang bisa kita isi dengan apa pun, atau bahkan tidak diisi sama sekali.
Terkadang, kita bisa menikmati kopi tanpa diburu-buru, membaca halaman buku tanpa melirik notifikasi di handphone, atau hanya sekadar duduk di teras rumah memperhatikan bagaimana cahaya matahari perlahan menyapu jalanan dan pohon yang tumbuh.
Dibalik semua ketenangan itu, sabtu pagi juga diam-diam mengajarkan sesuatu bahwa ternyata tenang itu tidak datang dari keadaan luar semata, tapi lebih ke izin yang kita berikan pada diri sendiri.
Mungkin rahasia sabtu pagi bukan karena kalendernya kebetulan menunjuk akhir pekan, tapi karena kita mengizinkan diri untuk berhenti sejenak, ritme kita berubah. Bayangkan kalau sedikit nuansa sabtu bisa kita selipkan ke dalam hari-hari lainnya, bukankah kita jadi punya kontrol atas hari tersebut?
Mungkin karena tenangnya, karena ritme yang berubah dan menyenangkan membuat sabtu terasa lebih cepat dari hari-hari lainnya. Semoga mereka yang bekerja di hari sabtu, bisa memiliki hari lain yang sama tenangnya dengan sabtu.
Happy Weekend, RH2025