Rolles Herwin
  • Home
  • Startup
    • Idea Projects
  • My Blog
    • My Blog
  • Office Life
    • Office Life
  • Campus
    • Case Study
    • Research

Rolles Herwin Sihombing (c) 2019

Generasi Milenial : Wifi saja sudah tidak cukup

My Blog, Office Life Sep 06, 2017

Benarkah generasi milenial senang berpindah-pindah dalam hal pekerjaan?

Generasi milenial mempunyai teknologi yang super canggih, dalam satu sentuhan banyak hal yang bisa diselesaikan. Pengetahuan mereka melebihi karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun, hanya dengan sekali klik, semua informasi yang dibutuhkan muncul dihadap mereka, boleh dibilang tidak ada lagi yang tersembunyi, ketika karyawan lain menyimpan semua knowledge di memori mereka, generasi milenial menyimpan semuanya di cloud, download, delete, upload, bahkan mereka tidak perlu mengingatnya.

Generasi milenial ini sangat fleksibel dan multitasking dalam banyak hal, tidak heran, banyak perusahaan besar mencari generasi ini melalui jalur MT (manajemen training) atau pun program sejenis, dengan tujuan mereka bisa di capture dan dibentuk mengikuti culture perusahaan. Dibuatlah program MT yang menarik dengan melibatkan vendor kelas dunia, namun biasanya kemesraan itu cenderung berakhir sesuai dengan epidose ala serial TV.

Negatif-nya generasi milenial adalah mereka tidak suka bekerja pada generasi X ataupun Baby Boomers yang menurut mereka menoton dan bossy. Mereka juga tidak suka pada sistem yang terlalu konvensional, mengapa? mereka dibangun dengan sentuhan teknologi canggih dengan ambisi transformasi dengan environment “vintage“. Mereka membawa bibit perubahan radikal yang sifatnya menyeluruh, mendasar dan mencakup semua elemen. Mereka cenderung susah bekerja kalau hanya mengubah sedikit hal, mereka ingin semua berubah, dilakukan dengan cepat, fleksibel dan mudah.

Dan tentu saja, untuk mencapai hal itu, bangunan yang lama harus diruntuhkan dan membuat pondasi baru dengan elemen teknologi.

Wajar bila generasi X dan Baby Boomers sulit memahami mereka dari sisi gaya bekerja, walaupun demikian, dua generasi tersebut sebenarnya sangat iri dan tetap berharap generasi milenial bisa membuat sesuatu yang lebih baik dimasa mendatang.

Tidak ada yang salah dengan generasi milenial, mereka hanya ingin menjadi bagian dari proses yang supercepat, bekerja tanpa batasan cara berpakaian, bekerja tanpa harus duduk didepan komputer dan menurut mereka absen hadir sudah cukup untuk anak sekolah, they dont need it.

Terlepas dari itu semua, Hanya cicilan bulanan dan keluarga dirumah yang membuat mereka bertahan (saat ini).

#Credit to YA

  • binus
  • GenY
  • milenial
  • rolles herwin
  • UOB
Newer Older

Leave A Comment

Recent Posts

  • Jalanmu masih panjang
  • Ketika Kucing dan Tikus lari bersama
  • People Come and Go
  • Sabtu Pagi
  • We suffer more often in imagination than in reality

Recent Comments

    Archives

    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • March 2025
    • December 2022
    • August 2022
    • July 2022
    • June 2022
    • February 2022
    • January 2022
    • August 2021
    • February 2021
    • October 2020
    • December 2019
    • November 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • October 2018
    • April 2018
    • March 2018
    • January 2018
    • September 2017
    • July 2017
    • May 2017
    • March 2017
    • January 2017
    • December 2016
    • October 2016
    • September 2016
    • August 2016
    • July 2016
    • November 2015
    • October 2015
    • September 2015
    • August 2015
    • June 2015
    • May 2015
    • February 2015
    • January 2015
    • December 2014
    • May 2014
    • April 2014
    • March 2014
    • January 2014
    • December 2013
    • November 2013
    • October 2013

    Categories

    • Blog Project
    • Case Study
    • Idea Projects
    • Knowledge Management
    • Loyalty Project
    • My Blog
    • Office Life
    • Research

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org